Bappenas: Blockchain Bisa Optimalkan Distribusi Dana Desa

Google Plus Stumbleupon


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan pidato pada diskusi panel tentang Inclusive Urbanization Amid Global Change dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan pidato pada diskusi panel tentang Inclusive Urbanization Amid Global Change dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ /

SORAKLINTERA.NET, JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan teknologi blockchain saat ini telah mulai banyak digunakan. Bahkan, teknologi blockchain yang mampu melacak, mengatur, dan mendistribusikan informasi itu dianggap dapat mengoptimalisasi potensi yang ada di pasar.

Selain itu, sistem pelacakan lewat blockchain dapat meningkatkan transparansi rantai produksi dan distribusi dari hulu ke hilir. "Efisiensi rantai suplai seperti di bidang agrikultur dan perikanan, juga manajemen e-commerce, Hak Kekayaan Intelektual, bahkan blockchain disebut dapat berfungsi untuk optimalisasi distribusi dana desa,” ujar kata Bambang di Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Senin 29 Juli 2019.

Bambang menuturkan, penggunaan blockchain bahkan bisa mengurangi jurang informasi antara pemerintah pusat dan daerah. Tak terkecuali, memberikan kesempatan bagi pemerintah pusat untuk menyalurkan pendanaan secara lebih cepat tetapi juga terukur.

Keberadaan blockchain, tutur Bambang, bisa mendukung ekonomi Indonesia, yang kini telah menuju pada revolusi industri 4.0. Dia mengatakan, keberadaan blockchain bisa ikut mendukung analisa data bagi sektor-sektor industri yang membutuhkan integrasi data yang sangat banyak, seperti di sektor logistik.

Pernyataan Bambang tersebut disampaikan dalam acara Global Blockchain Investment Summit (GBIS) 2019. Acara yang digelar pada selama dua hari, 29-30 Juli 2019 ini diselenggarakan oleh Kadin Indonesia bekerja sama dengan Blockchain Asia Forum.

Di sela-sela acara ini, Kadin juga meluncurkan pusat belajar dan informasi terkait teknologi blockchain bagi pelaku usaha Indonesia. Pusat belajar dan informasi blockchain itu, bernama Blockchain Center of Excellence and Education atau BCEE. Lembaga ini, secara sederhana bertujuan untuk memperkenalkan teknologi blockchain, khususnya para pelaku usaha.

Atas diluncurkannya, BCEE tersebut, Bambang punya menyatakan dukungannya terhadap lembaga itu. Dia mengatakan pembentukan pusat belajar blockhain untuk penguaaha ini juga sejalan dengan rencana pemerintah untuk memiliki pusat sains dan teknologi.

"Saya harap pusat belajar itu bisa mengakselerasi kesiapan pelaku bisnis dan publik dalam memetik keuntungan dari  kemajuan teknologi, khususnya blockchain,” kata Kepala Bappenas. (*)


Editor: Ndi
Sumber: TEMPO.CO

Komentar Anda